Selasa, 06 Oktober 2020

Corona Versus Karya

Bukan hal mudah menyikapi pandemi covid-19 di Indonesia. semua sektor ekonomi runtuh karenaNYA. tapi apa mau dikata, semua memang sudah dalam garisNYA. sehingga satu satunya jalan adalah menikmatinya. meskipun pada kenikmatan itu mulut terus menggerutu. betapa tidak, 4 titik event diantaranya 2 di Kota Malang, dan 2 di kota Kediri harus dihentikan akibat munculnya virus corona.

Rabu, 30 Januari 2019

DPD LIRA Di Kabupaten Jember !

LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Negara Indonesia, sudah dikenal masyarakat. Dan kini LSM LIRA sebagai LSM yang memiliki jaringan di seluruh Indonesia dan di dirikan Oleh Jusuf Rijal itu juga ada di Kabupaten Jember. dibawah komando H Ismail Iskandar selaku Bupati LIRA dan Lukman Yanuar Pribadi Selaku Sekdanya diharapkan keberadaan LSM LIRA mampu memberi warna berbeda.

Jumat, 22 Maret 2013

Entah Di Korlantas Kabupaten Jember ?

Perintah Kepolisian RI Jendaral Timur Pradopo, agar Korlantas mengurangi tilang seperti dilansir oleh Tempo News Online (http://www.tempo.co/read/news/2013/03/19/063467969/Kapolri-Perintahkan-Korlantas-Kurangi-Tilang) bagiku masih menjadi pertanyaan. Sebab perintah Kapolri yang disampaikan di hadapan kepala Korlantas dan jajaran direktur Korlantas dari seluruh Indonesia yang hadir dalam rapat kerja teknis di ruang Rupatama, Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa 19 Maret 2013 lalu itu "belum" di jalankan di Kabupaten Jember. Pengamatanku, sejak tanggal 20 maret sampai dengan 23 maret 2013, di unit bagian pelanggaran Satlantas Polres Jember lebih dari sepuluh orang keluar masuk membawa surat tilang. Nah, apakah hal itu sudah disebut pengurangan ? Jika 10 orang perhari mengurus tilang di unit pelanggaran Sat Lantas Polres Jember, dikalikan 26 hari efektif kerja, berarti rata-rata polantas, Polres Jember mengeluarkan 260 lembar surat tilang. Dan lagi, dari perlembar surat tilang tersebut bisa ditebus dengan uang minimal Rp 70.000 dengan bahasa yang disampaikan untuk penebusannya "titip sidang".

Sabtu, 21 Juli 2012

Sang Pejuang Telah Mendapatkan Kemerdekaan Hakiki

Jember - Selasa 17 juli 2012, pukul 02.00 WIB hingga Rabu sore 18 Juli 2012 sekitar pukul 14.00 wib hujan mengguyur kota Jember. mendung menyelimuti Jember pekat sekali. Saat itu, rumah anggota LVRI (legiun veteran republik Indonesia), Atim Sasmita, di Jl Panjaitan II/50 juga tak luput dari guyuran hujan. Dan seperti hari-hari biasa, situasi di rumah tersebut berjalan normal. Hanya saja sore itu perbedanya, rutinitas pria usia 82 tahun yang selalu berdiri di depan pagar rumah sembari menerawang jauh ke depan tak terlihat. pagar berwarna abu-abu ukuran 150 centi meter berdiri sendiri tertanam pada tembok pagar warna putih, tanpa ada yang memegangi. Kesendirian pagar bercat abu-abu tersebut tak lain karena pria yang biasa dipangil kukung cucunya itu telah berpulang ke sang khalik. Rabu Pon 18 juli 2012, pria yang pernah turut angkat senjata pada masa penjajahan belanda meninggal dunia pada pukul 15.30 WIB. Dia berpulang ke rachmatullah meninggalkan 6 orang anak terdiri dari 4 putera laki-laki, dan dua perempuan serta ke 9 cucu dan 1 bakal calon cucu yang kini masih berada dikandungan anak menantu dari putra bungsunya. Guyuran hujan pada Rabu 18 Juli 2012 yang terhenti sekitar pukul 14.00 WIB berubah menjadi hujan tangis. putera dan putri pejuang kemerdekaan yang sudah merelakan satu tangan kanannya menjadi tumbal negara itu tak hentinya menangis meratapi kepergian sang pejuang untuk selamanya. Sang pejuang yang dilahirkan di Kabupaten Pasuruan 30 januari 1930 dari pasangan Husen dan Salamah di makamkan di TPU Kebonsari Kamis Wage, 19 Juli 2012 pukul 09.00 WIB. sang pejuang dimakamkan 100 meter sebelah barat makam istrinya, Sunarmien, yang meninggal pada Sabtu Wage 5 juli 1992 dan dimakamkan Minggu Kliwon 6 Juli 1992. Meski tak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), namun penghormatan untuk sang Pejuang pada rabu itu selayaknya didapatkan sebagai seorang yang pernah ikut merebut kemerdekaan.keranda jenazah dikawal foreider Sat Lantas Polres Jember selanjutnya di buntuti barisan panjang pelayat. Selamat Jalan Bapak, Selamat Jalan Pejuangku, dedikasimu untuk negara Indonesia dan keluarga sangat luar biasa. kini , kau telah dapatkan kemerdekaan yang hakiki. tak ada lagi derita sakit kebocoran jantung, tak ada lagi derita diabetes, dan tak ada lagi sesak nafas yang biasa kau keluhkan pada malam hari. Maafkan putera-puterimu jika pengabdian sebagai anak belumlah jauh dari kata cukup. kini kami tak lagi bisa merawatmu secara fisik. namun lantutan do'a dan baca'an suratul yassin serta tahlil sebagai ganti tanda wujud pengabdian kami.(*)

Kamis, 19 Agustus 2010

Gatot Nahkoda KONI 2010 - 2014

"Selamat pak", begitu ucapan yang meluncur dari 31 pengurus cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Jember. Ucapan itu disampaikan pasca Drs Gatot Harsono Msi terpilih sebagai Nahkoda KONI 2010 - 2014 pada Musyawarah Olahraga KONI pada hari Rabu 18/8/2010 di RM Lestari.

Dia memperoleh 30 suara dari 31 suara yang mestinya berhak menggunakan suaranya. satu-satunya pengurus cabor yang tak menyumbangkan suaranya pada pemilihan ketua umum KONI itu adah pengurus Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI).

Seperti diketahui 31 pengurus cabang olahraga (cabor), Gatot adalah orang yang dianggap sebagai figur paling layak untuk menahkodai KONI periode 2010 - 2014. Anggapan itu ada dan disampaikan pada forum musorkab, lantaran Gatot saat ini menjabat ketua umum cabang olahraga tenis meja Indonesia (PTMSI).
"Kalau Orang yang pernah menjabat sebagai ketua cabor pasti dia tahu kebutuhan atlet dan organisasi,"kata Ketua persatuan gulat Indonesia (PGI), Roib,

Tapi jika diurut dari sejarahnya kemenangan Gatot tak jauh karena faktor dia pensiunan Assisten III Pemkab Jember dan juga sahabat Bupati Terpilih periode 2010 - 2015, Ir MZA Djalal. Sehingga jika bicara kebutuhan anggaran KONI ke depan dapat dijamin anggaran KONI kedepan bisa dinggarakan berlipat-lipat dari anggaran terkhir KONI 2010 yang di setujui sebesar 1 milyar.

Siapapun Ketum KONI saat ini semoga KONI ke depan lebih baik. Apalagi pascaterpilih secara aklamasi Gatot menyatakan "bakal selalu mengadakan koordinasi dengan 31 cabor se-kabupaten Jember setiap 3 bulan sekali,"

Selamat Ya Pak Semoga Masyarakat Olahraga Jember, Bahagia Atas Pilihannya !

Senin, 16 Agustus 2010

KONI Milik Siapa ?


Rabu, 18 Agustus 2010, atau selang Satu Hari Pascaperayaan Hari Kemerdekaan RI ke 65 yang jatuh pada hari Selasa, tanggal 17 Agustus 2010, Struktur Pengurus KONI Kabupaten Jember dirombak. Sebab masa jabatan pengurus KONI sebelumnya telah usai.

KONI Periode 2006 - 2010, yang di Nahkodai pengusaha beras ternama dari Kabupaten Jember H Kamil Gunawan, di dampingi H Taufik Mahendera sebagai Sekjendnya, mulai tanggal 18 Agustus 2010 akan digeser posisinya oleh orang baru.

Nah, bicara orang baru mungkin masyarakat di dunia olahraga telah paham siapa pengganti H Kamil tersebut. KONI yang nota bene juga berada dalam satu barisan pemerintah lantaran anggarannya menggunakan APBD bisa dipastikan jika figur ketuanya tak jauh-jauh dari orang-orang yang hidup di rezim saat ini. Ya, jika tidak maka akan lucu ceritanya.

Siapapun orang itu semoga KONI Kabupaten Jember Kedepan lebih baik. kebutuhan atlet terpenuhi, dan prestasinya terus menanjak. Karena jika kebutuhan atlet terpenuhi dan prestasinya bertambah, sudah pasti nama Kabupaten Jember juga yang akan terangkat, termasuk nama Bupatinya........

Sekadar tambahan info : Beberapa waktu ini sudah tersiar calon tim sukses (TS) KETUM KONI sudah mengumpulkan masyarakat dunia olah raga guna mengumpulkan dukungan agar pada hari Rabu, 18/8/2010 nanti namannya dipilih. (Mau Siapa Lagi Yang Dipilih Karena Memang Calonya "Dijadikan" Calon Tunggal). BRAVO KONI JEMBER....MERDEKA MASYARAKAT DUNIA OLAH RAGA ????????

Selasa, 02 Maret 2010

Mat Burhan Terlibat Di Toko Rokok…



Jember – Kecamatan Jenggawah,
Abdul Arif Ismail – akrab disapa Mas Anang – adalah tokoh masyarakat yang sudah kesohor namanya, utamannya dikalangan pemuda ia disegani. Pasalnya selain karena ia memberikan contoh baik, ia juga sebagai ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Jember.

Tersohornya pria yang menetap di Kecamatan Jenggawah tersebut bukan hanya karena kepemimpinannya, tetapi juga karena sifat humorisnya. Tak ayal jika banyak orang yang merasa nyaman kala berbincang dengannya. Apalagi jika ia sudah bercerita tentang kelucuan masyarakat madura yang menggunakan bahasa tradisonal Madura tetapi dipenyebutannya dipaksakan ke dalam kalimat Bahasa Indonesia.

Akibatnya arti sebenarnya dari bahasa Madura berubah menjadi arti yang sangat menggelikan untuk dimaknai. Salah satu contohnya, diceritakan Mas Anang prihal bocah yang biasa bermain di rumahnya diminta bantuan untuk membelikan sebungkus rokok.

Sebut saja namanya Mat Burhan, Bocah berumur 14 tahun yang sejak kecil tersebut selalu akrab dengan bahasa Madura berupaya memaksakan kalimat madura menjadi kalimat di bahasa Indonesia. cerita ini bermula dari sikap sigap Mat Burhan yang menuruti permintaan Mas Anang, “Enggih Mas Gule Meleh Agih, (Ya Mas, Saya Belikan)”ujar Mat Burhan menyanggupi permintaan Mas Anang sembari tangannya menerima selembar uang dari Ketua PP itu.

Selanjutnya, waktu yang menunjukan pukul 19.00 WIB Mat Burhan bergegas menuju toko yang lokasinya berada di pinggir jalan raya. Sejurus kemudian ditengah perjalanan Mat Burhan menuju toko rokok, tak diduga dia melihat kecelakaan sepeda motor yang dikendarai bapak lanjut usia menabrak trotoar jalan.

Tak pelak sembari berteriak “Aduh Mateh" (aduh mati) Mat Burhan yang mulanya hendak membeli rokok, mengalihkan niatannya dari yang semula membeli rokok menjadi mengutamakan membantu bapak lanjut usia yang sudah terkapar ditengah jalan.

Mat Burhan yang juga dikenal sosok lugu dan jujur di Desa itu merasa iba melihat kondisi bapak lanjut usia tersebut yang berlumuran darah disekujur tubuhnya, Mat Burhan-pun bergegas mengantarkan bapak tersebut ke puskemas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.

Kemudian pascamengantarkan bapak lanjut usia ke puskesmas, Dia-pun melaporkan kecelakaan itu ke polisi disektor Kecamatan Setempat. Tujuannya agar korban kecelakaan itu dapat diketahui identitasnya.

Tak terasa dari rencana awal membeli rokok. Mat Burhan yang all out membantu pria malang tersebut sudah menghabiskan waktu lebih dari 2,5 jam sejak ia meninggalkan rumah Mas Anang.
Ia-pun kembali terkejut, pasalnya tugas awalnya membeli rokok belum ia laksanakan. “Aduh Mateh Poleh, Engkok E Soroh Mas Anang Kelopaen, (aduh mati lagi, saya disuruh Mas Anang lupa),” tegasnya.

Dengan tergopoh-gopoh Mat Burhan berlari meninggalkan Puskemas, ia menuju toko semula tempat ia berniat membeli rokok. Na’as, lantaran waktu sudah menunjukan pukul 22.30 WIB. Toko rokok itupun tutup.

Selanjutnya karena toko sudah tutup, dia-pun kebingungan Mat Burhan khawatir Mas Anang kecewa karena perintahnya tak dapat dilaksanakan. Dia-pun termenung sesaat, hanya satu yang terlintas dalam benaknya “apa boleh buat, toh, keteledorannya tak memenuhi permintaan Mas Anang digunakannya untuk menolong sesama yang sedang kesusahan”.

Satu-satunya jalan, dalam benak Mat Burhan adalah menjelaskan prihal kecelakaan itu kepada Mas Anang. Dan dia yakin Mas Anang akan memaklumi, sebab sudah terkenal jika untuk urusan membantu sesama dalam kesusahan, Mas Anang adalah orang nomor satu yang sangat mendukung tindakan tersebut.

Kemudian berlarilah Mat Burhan menuju rumah Mas Anang. Di sana Mas Anang yang sudah sekian lama menunggu hanya melontarkan satu pertanyaan pada Mat Burhan. “Mak Abit Mat Bedeh Napa, (kok lama Mat, ada apa),”tanya Mas Anang.

Sementara Mat Burhan yang nafasnya tersengal-sengal pasca berlarian menjawab. “ Aduh Sebentar Mas, Saya Bernyawa Dulu, Sepuranya Mas, Saya Tadi Terlibat Ke Toko Rokok, Polanya Saya Harus Membantu Orang Kecelakaan,”Ujar Mat Burhan.

Jika diungkapkan dalam bahasa madura pernyataan Mat Burhan adalah seperti ini. “Aduh entek kadek mas, kauleh Anyabeh (bernyawa) kadek, Seporana (sepuranya) mas, kauleh gelek Terlebet (terlibat) ke toko rokok, Polana (polanya) kauleh koduh abantu oreng kecelakaan.

Tak ayal karena penuturan Mat Burhan yang menggunakan Bahasa Indonesia tetapi di campur dengan Bahasa Madura, Mas Anang yang mulanya geram sontak tertawa. “Duh kah tak usah abentah Bahasa Indonesia mon tat cletat Mat...! (duh kah, tidak usah bicara bahasa Indonesia jika tidak karuan tata bahasanya).”ujar Anang.

Madura /Di Bahasa Indonesiakan/ *Arti Sebenarnya Dalam Bahasa Madura
1.Anyabeh /Bernyawa/ *Bernafas
2.Seporana /Sepuranya/ *Minta Maaf
3.Terlebet /Terlibat/ *Terlewati
4.Polana /Polanya/ *Karena

Catatan :
Cerita ini hanya guyonan belaka, jangan sampai mengganggu kesehatan anda. Baca sesuai dosis yang disarankan.

Minggu, 23 November 2008

Proyek PJU Rp 82,7 Miliar Ditengarai Bermasalah

Jember – Penerangan jalan umum (PJU), ditengarai Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Surabaya bermasalah. Berdasar laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK Semester I Tahun 2008 atas laporan keuangan tahun anggaran tahun 2007 menyebutkan kontrak pekerjaan penataan dan pembangunan lampu PJU sebesar Rp 82,7 miliar tidak sesuai ketentuan.

Dalam LHP BPK Nomor 122/R/XVIII.SBY/06/2008 tertanggal 19 Juni 2008 disebutkan pekerjaan PJU oleh Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Pemkab Jember terdapat selisih Rp 18 miliar.

Dan BPK menemukan selisih itu berdasar perhitungan harga pokok satuan (HPS) terlalu tinggi. Dihasil pemeriksaannya atas HPS yang disusun oleh Panitia Pengadaan dan Pejabat Pembuat Komitmen, dan sudah diketahui oleh Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan, bahwa harga satuan bahan, upah, alat dan jaminan instalasi dalam HPS dibuat dengan cara mengalikan harga satuan tahun 2007 dengan faktor pengali 1,2 atau harga satuan dalam HPS yakni harga tahun 2007 dikalikan 1,2.

Sementara untuk harga satuan biaya penyambungan listrik tidak diubah. Dengan demikian LHP BPK yang ditandatangani penanggung jawab pemeriksaan Ambar Wahyuniharga menyebutkan, satuan bahan, upah, alat dan jaminan instalasi lebih tinggi sebesar 0,282432. Atas kelebihan harga tersebut maka akibatnya muncul selisih nilai HPS yang terlalu tinggi sebesar Rp 18.1 miliar. Angka selisih ini diperoleh dari penetapan HPS senilai Rp 84,8 miliar dan HPS berdasarkan tahun 2007 senilai Rp 66,6 miliar.

untuk diketahui pekerjaan PJU itu dilaksanakan oleh PT Sarana Dwi Makmur dengan kontrak nomor 602.1/851/KTR/436.312/2007 tanggal 14 Desember 2007. Dan untuk jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 300 hari, terhitung sejak tanggal 14 Desember 2007 sampai dengan 13 Oktober 2008. sementara untuk pembayaran pekerjaan dibagi dalam tiga tahun anggaran.

Menyikapi hal itu, Ketua LSM Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB) Jember Suharyono mengaku menyesal dengan pekerjaan PJU yang telah diperiksa BPK karena kenyataan penggunaan anggarannya muncul selisih.

"PJU ini kan proyek mercusuar bupati, kalau LHP BPK menyebutkan demikian maka bisa mencederai kepercayaan masyarakat pada eksekutif," kata Suharyono Minggu (23/11) di rumahnya.


Selama pengerjaan PJU, sambung Suharyono. Dia sudah mengingatkan agar kendala belum cukupnya daya listrik yang ada Jember harus dipikirkan. Namun tampaknya hal itu tak diindahkan. Akibatnya kondisi PJU sampai sekarang belum semuanya menyala alias byar-pet (hidup – padam).

"Dan untuk itu LHP BPK bisa dimajukan dalam audit investigatif. Kalau sudah begitu, maka biasanya rekomendasi BPK meminta agar anggaran yang terdapat selisih itu harus dikembalikan, kalau tidak maka akan ada sanksi hukumnya," tandasnya.

Sementara Kepala DKLH Jember Chavid Setyadi mengatakan, LHP BPK yang memunculkan selisih dan meminta pihaknya memperbaiki anggaran, sudah dilakukan. Meski tak dirinci pengembalian anggaran itu Chafid menegaskan PJU tak ada masalah.

"Rinciannya saya lupa, pokoknya sudah kita usahakan untuk dikembalikan sesuai rekomendasi BPK," kata Chavid saat dikonfimasi lewat ponselnya.(*)

Kamis, 21 Agustus 2008

Pamor Ketua DPC PDIP Jember Memudar

****Kadernya Minta Kusen Dipenjara***
Jember – Pamor Ketua DPC PDIP Jember, Kusen Andalas memudar. Terbukti, Kamis (21/8), ratuasan masa PDIP berunjukrasa di kantor kejaksaan dan kantor Pengadilan Negeri Jember guna menuntut agar Kusen juga dijebloskan penjara terkait dugaan korupsi dana operasional yang sebelumnya sudah menjadikan dua petinggi DPRD Jember duduk dikursi pesakitan persidangan sebagai terdakwa.

Aksi yang dikomandani Wakil Sekretaris DPC PDIP yang juga caleg nomor urut 4 di dapil 3 Siswono tersebut, mendesak agar penyelesaian persoalan hukum tak tebang pilih. Masing-masing pihak yang terlibat dalam persekongkolan korupsi dana operasional itu harus diusut tuntas dan diperlakukan sama.

“Termasuk Kusen Andalas. Kami menolak jika Kusen menyatakan bagian dana itu guna kepentingan kemajuan PDIP. Kami tak pernah menerimannya. Untuk itu jika benar hukum tak tebang pilih tangkap Kusen juga,”teriak Siswono pada orasinya.

Selain Siswono, Wakil Ketua DPC PDIP yang juga caleh nomor urut 5 di dapil 5, Pandu Winata SH turut pada kerumunan para demonstran diantaranya. Meski tak turut berdemonstrasi, namun kehadirannya ikut meramaikan suanana panas siang itu.

Ditempat lain Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Jember Yusuf Iskandar saat dikonfirmasi mengatakan, jika beberapa kalangan masyarakat menyatakan bahwa aksi unjukrasa itu tak lebih hanya karena kecewa nomor urut saya sepakat sekali.

Dan persoalan kekecewaan dalam organisasi itu sudah biasa. Setiap kebijakan pasti ada dampak pro-kontra. Tetapi, ujar Yusuf, mengapa dengan cara berdemontrasi untuk menyelesaikan persoalan.

“Kenapa sekian lama membangun justru dihancurkan sendiri,”jelas Yusuf.

Meski demikian ia takan mempersoalkan. Apalagi kata Yusuf bukan semua peserta unjukrasa itu brasal dari PDIP. Tetap masih ada massa dari kelompok lain yang menyusup menggunakan atribut PDIP.(*)

Selasa, 19 Agustus 2008

Paraih emas Di PON XVII, Tumbang di Kejurnas Jember

Jember – Peraih emas PON XVII olahraga paralayang, M Yazid tak mampu mempertahankan prestasinya di Kejurnas Paralayang Terbuka di Jember Minggu (17/8). 397 ponit yang dikumpulkannya sejak hari pertama kejurnas di buka pada hari Sabtu (16/8) lalu, kalah kecil dengan poin atlet dari Jawa Barat, Dedi Misbah.

Dedi berhasil mengumpulkan 40 poin di kejurnas paralayang terbuka d Jember dinyatakan sebagai juara pertama oleh tim juri kejurnas paralayang kali pertama di Jember.

Vice Organising Comite (OC) kejurnas, Bucek Depp mengatakan, sudah wajar jika pada perlombaan terdapat juara yang tak diduga oleh siapapun. Pasalnya agar dapat mendarat di matras gate centre secara tepat sesuai stadart juri dibutuhkan dukungan angin dan kemampuan pilot.

Kendatipun atlet sudah tercatat sebagai peraih emas pada kejuaraan tingkat atas, bukan berarti dia selalu menjadi pemenang, selain kemampaun keberuntungan juga bergantung pada pelaksanaan.

Terbukti bukan hanya M Yazid, atlet paralayang dari Australia Paul James Collins-pun juga kalah dikejurnas terbuka ini. Paul hanya mampu duduk diperingkat ke sepuluh dengan total poin 983.

“Memangs sich, kemampuan pilot itu utama, tapi jika angin dan panas bumi kala dia (pilot,red) terbang tak mendukung, maka mau tak mau poin yang diharapkan juga meleset,”jelasnya.

Meski demikian, Bucek merasa lega lantaran even yang berjalan sembilan sorti (babak,red) dan pertama di Jember ini berjalan lancar tanpa kecekalakaan. Para atlet yang mengikuti kejuaraan merasa puas, dengan adanya antusias panitia dan masyarakat.

Ditempat sama, penanngung jawab II kejuaraan peralayang terbuka mendampingi penanggung jawab I Ir Djuwarto mengatakan, even pertama kejuaraan paralayang terbuka diharapkan dapat memicu warga Jember untuk mencintai olahraga jenis aerosport ini.

Apalagi kata Satib, pada pembukaan kejurnas paralayang pada Sabtu (16/8) lalu, Bupati sempat berpesan agar federasi aerosport selurih Indonesia (FASI) dapat dikembangkan di Jember menjadi salah satu olahraga yang ditekuni dan berhasil melahirkan atlet.

“Mudah-mudahan saja pascaacara ini antusias masyarakat semakin bertambah untuk mengembang olahraga jenis aerosport,”tandasnya.

Daftar Urut Peraih Trophy Bupti di Kejurnas Paralayang Terbuka

No Nama Asal poin
1 Dede Misbah Jawa Barat 40 poin
2 Henning Paradigma Jawa Tengah 52 poin
3 Rachmat Sodikin Jawa Barat 338 poin
4 M Yazid Kaltim 397 poin
5 Acep Sunarya Jawa Barat 517 poin
6 Anang Sunarya Jawa Barat 550 poin
7 Ujang Mulayadi Jawa Barat 721 poin
8 Dedi Jawa Tengah 957 poin
9 Thomas Jakarta 973 poin
10 Paula James Collins Australia 983 pomit

Senin, 28 Juli 2008

Jalur Lalin Bondowoso – Jember Lumpuh

- Massa Blokade Jalur Protokol -

Bondowoso - Jalur utama lalu lintas Senin (28/7) Bondowoso – Jember lumpuh. Penyebabnya demo menuntut pilihan kepala daerah diulang oleh gabungan massa tiga kandidat yang tak terpilih sebagai Bupati Bondowoso periode 2008 – 2013 ke kantor KPUD yang lokasi gedungnya bertepatan di jalur protokol Jember – Bondowoso.

Demo yang dikomandani Zainuryanto SH, dan mengerahkan ribuan massa pendukung KH Syalwa Arifin – Imam Thahir, pendukung Misnan Sobri dan pendukung Misnan Sobri, menuntut agar pilkada diulang karena dituding banyak kecurangan pada pelaksanaannya.

Semisal, kata Zainuryanto mencontohkan bentuk pelanggaran. Perolehan suara kandidat pemenang Pilkada digelembungkan. Dugaan money politik oleh salah satu kandidat tak segera diusut oleh KPUD.

Selain kecurangan itu, Pemkab juga dituding terlibat pada persekongkolan kecurangan pelaksanaan Pilakada dalam bentuk menyebar luaskan hasil quick count versi pendopo Pemkab Bondowoso yang cenderung memihak pada salah satu kandidat.

“Yang berhak melakukan penghitungan itu KPUD karena proses penyelenggaran Pilkada tanggungjawab KPUD bukan pemerintah Kabupaten,”jelasnya kala orasi di depan pendopo Pemkab.

Untuk itu lanjut Zainur, dengan adanya dugaan kecurangan Pilkada Bupati yang melibatkan Pemkab, masyarakat Bondowoso menuntut Bupati Bondowoso turun dari jabatan.

Demo yang berlangsung selam sekitar 3 jam itu berakhir pada sekitar pukul 14.30 WIB. Massa membubarkan diri dan kembali ke posko pemenangan KH Syalwa Arifin – Imam Thahir.

Tak hanya itu selain membuat jalur lalu lintas lumpuh, akibat adanya demo tersebut SPBU Nomor 54.682.01 juga tak beroperasi. SPBU yang berlokasi tak jauh dari kantor KPUD di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Kota Bondowoso terpaksa menghentikan layanannya pada masyarakat karena jalan menuju SPBU ditutup sementara waktu oleh polisi.

Ditempat lain Bupati Bondowoso, Drs Mashoed MSi belum dapat dikonfirmasi terkait tudingan yang disampaikan oleh korlap aksi. Staff pendopo pemkab menyatakan bahwa Bupati Senin (28/7) masih berada di Surabaya.

Sementara ketua KPUD Bondowoso Muniri SH menyatakan terkait tuntutan massa ia tak bisa memenuhinya. Sebab selain karena pemenang Pilkada Bupati belum diputuskan karena hasil verifikasi perhitungan suara belum selesai, KPUD menjalankan proses Pilkada sesuai aturan.

Kamis, 24 Juli 2008

Pascapilkada Situasi Bondowoso Memanas


* -Rekap Perolahan Suara di Bakar-*

Bondowoso – Pascapelaksanaan Pilkada Bupati Bondowoso Rabu (23/4), suhu politik di Bondowoso Kamis (24/7) memanas. Betapa tidak hasil penghitungan perolehan sementara oleh pemkab Bondowoso berdasar laporan para camat tak diakui tiga calon yang kalah dan pengikutnya.

Akibatnya penolakan yang berawal tim KH Syalwa Arifin – Imam Thahir diikuti tim H Misnan – Sobri dan Irwan Bactiar – Huzein Effendi meminta pilkada Bupati Bondowoso diulang.

Ketua tim penolakan Pilkada Bupati Bondowoso, Jainulyanto SH, mengatakan kekalahan bukan masalah, asalkan proses pilkada berjalan dengan fair. Tetapi di Bondowoso indikasi kecurangan sangat besar.

Setidaknya hal itu dapat dilihat dari, data perolehan sementara dari pemkab diduga digelembungkan untuk memenangkan salah satu kandidat. Kemudian hal lain, yakni banyaknya masyarakat yang tak bisa memberikan suara lantaran tak memiliki undangan untuk memberikan hak suara.

Munculnya kondisi ini bukan tak berdasar, Dinas kependudukan sebagai pusat awal pendataan DPT DPS tak bekerja secara optimal. Untuk itu dampak kondisi ini maka tim penolakan hasil Pilkada meminta agar KPUD menyelenggaran Pemilu ulang untuk pemilihan Bupati Bondowoso periode 2008 -2013.

Selain meminta Pilkada Bupati Bondowoso diulang, 3 kandidat yang menolak hasil Pilkada itu juga mewujudkan kekecewaan mereka dalam bentuk membakar hasil perolahan suara sementara dari Pemkab Bondowoso di depan pendopo pemkab Bondowoso.

“Malam pascapemilihan kita sudah melayangkan protes ke KPUD Bondowoso, namun belum ada jawaban. Untuk itu kita meminta agar kondisi Bondowoso aman, Pilkada ulang harus dilakukan,”jelasnya.

Ditempat berbeda pemenang versi penghitugan perolehan suara sementara pemkab, Amin Said mengatakan, tak ada salahnya jika kandidat lain mempersoalkan hal itu. Tetapi seelum berbuat, kata Amin sebaiknya para kandidat yang kalah juga harus ingat, janji sebelum pelaksanaan Pilkada yang menyatakan kalah menang dalam Pilkada akan diterima lapang dada.

“Dari pada bertindak demikian, sebaiknya para kandiat sama-sama bersatu dengan kita membenahi Bondowoso yang tercatat sebagai kabupaten tertinggal, mari kita bersatu memajukan Bondowoso,”jelasnya.

Seperti diketahui, sebelum mengeluarkan imbaun bersatu, di Posko kemenangan Amin – Haris, Amin disambut oleh sejumlah kepala desa yang mendukungnya. Dukungan itu diwujudkan dengan cara mencukur gundul semua rambut kepala desa sebagai tanda pemerintahan baru yang bersih.


Selain mencukur rambut gundul, Amin juga di bopong dari pintu gerbang hingga pintu masuk menuju ruangan posko. Ia diangkat laiknya pemain bola yang menang dalam pertandingan.

Data Perolehan Suara Sementara Pilbub Versi Pemkab
Pasangan No 1 Amin – Haris : 144.616 suara
Pasangan No 2 KH Syalwa – Imam T : 128.484 suara
Pasangan No 3 H Misnan – KH Sobri : 54.282 suara
Pasangan No 4 Irwan B – Huzein E : 74.014 suara

Data Perolehan Suara Sementara Pilbub Versi Polres
Pasangan No 1 Amin – Haris : 149.276 suara
Pasangan No 2 KH Syalwa – Imam T : 127.905 suara
Pasangan No 3 H Misnan – KH Sobri : 55.485 suara
Pasangan No 4 Irwan B – Huzein E : 75.182 suara

Rabu, 02 Juli 2008

PTPN X Jember Lumpuh, Ribuan Pekerjanya Mogok

Jember – 15 ribu gabungan pekerja kasar, borongan dan karyawan di empat perkebunan milik PTPN X Jember mogok kerja. Tak pelak aktifitas perkebunan serta adminsitrasi gula dan tembakau PTPN X di Jember lumpuh total.

Aksi mogok kerja itu terjadi lantaran dipicu serikat pekerja tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan isi perjanjian kerja sama operasional (KSO) dengan PT Kecana Gula Manis (PT KGM).

Ketua Serikat Pekerja Unit Kerja Perkebunan Ajung Gayasan PTPN X Jember Abdul Bahri mengatakan, 15 ribu pekerja menolak keras dengan pemberlakuan KSO antara PTPN X dengan PT Nadireji Kediri dengan PT Kencana Gula Manis.

"Perjanjian kerja sama operasional merugikan PTPN X dan Negara. Bahkan perjanjian tersebut terkesan dipaksakan oleh kementrian BUMN. Apabila kerjasama operasional ini tetap dilanmjutkan, maka akan berdampak pada produktifitas di pabrik gula Ngadirejo dan pabrik-pabnrik gula di PTPN 10 se-Indonesia," Kata Abdul Bahri,

Selain melakukan KSO, serikat pekerja tersebut juga menolak jajaran direksi baru yakni mantan Kadisbun Pemprov Jatim Kadiyono yang menggantikan direktur utama yang lama yakni Adi Sasongko. Penggantian direktur keuangan dari Tri Supriyanto kepada Dolly Pulungan.

Akibat aksi mogok kerja sekitar ribuan hektar lahan tembakau di empat titik yakni Kecamatan Ajung, Kecamatan Jenggawan, Kecamatan Kaliwining dan Kecamatan Mumbulsari terancam mati tidak terawat. Padahal saat ini baru musim tanam.

Selain membiarkan lahan tembakau, pengepakan tembakau untuk dikirim keluar negeri juga mangkrak karena tidak jadi dikirim ke sejumlah pengorder baik dalam maupun luar negeri.

Ditempat sama Perwakilan serikat pekerja, Sucipto mengatakan aksi mogok kerja yang dilakukan itu tetap berlanjut hingga perjanjian KSO direvisi atau ditolak samasekali oleh kementereian BUMN.(*)

Jumat, 27 Juni 2008

Dua anggota FKB Jember Palsukan Identitas

*Sekjend PKB Laporan Ke Polisi*

Jember – Dua anggota fraksi kebangkitan bangsa (FKB) DPRD Jember, Drs H Hawari Hamim dan Hj Mustautin dituding memalsukan identitas ke KPUD Jember oleh pengurus DPC PKB. Tudingan itu dilontarkan lantaran kedua anggoa FKB tersebut kini tercatat sebagai anggota partai kebangkian nasional ulama (PKNU).

Sekretaris DPC PKB Jember H Ayub Junaedi Mukson Kamis (26/6) mengatakan, sesuai surat KPUD Jember nomor 270/225/KPU-JBR/VI/2008 tentang klarifikasi kenaggotaan FKB yang ditandatangani oleh Ketua KPUD Jember Sudarisman SS, isi surat kelarifikasi itu membenarkan jika keduanya adalah anggota PKNU.

Oleh karena itu, jika status keduanya sudah dibenarkan oleh KPUD, kini yang menjadi pernyataan ujar Ayub, identitas mereka di FKB bagaimana ? padahal mereka duduk menjadi anggota DPRD dan mendapatkan seluruh fasilitas berkat bergabung dengan FKB.

Dan untuk diketahui masyarakat, sampai saat ini surat pengunduran diri kedua anggota DPRD dari FKB sebagai anggota fraksi tak pernah ada. Mereka tetap duduk dan mendapatkan jatah fasilitas atas nama PKB.

Dengan munculnya kondisi ini, maka sebagai pengurus DPC PKB Ayub meminta agar KPUD membatalkan verifikasi PKNU sebelum kedua nama anggota FKB tersebut jelas statusnya.

"Sebaiknya Bapak Hawari Hamim dan ibu Mustatuin, segera menentukan sikap, mengklarifikasi keanggotaanya di PKNU atau mundur dari FKB. Jika tidak DPC menganggap keduanya membohongi publik dan perlu dilaporkan polisi,"jelasnya.

Sementara ketua KPUD Jember Sudarisman saat dikonfirmasi mengatakan, membatalkan verfikasi tak semudah membalik tangan. Apalagi PKNU sudah memenuhi syarat verifikasi sebagai parpol dengan cara menyerahkan 1000 KTA.

Terkait keberadaan dua anggotya FKB di keanggotaan PKNU, Sudarisman tak berkomentar banyak. Baginya soal itu urusan masing-masing internal PKB dan PKNU Jember.

Wakil Ketua PKNU Nurul Herlina saat dikonfirmasi mengatakan, keanggotaan kedua anggota FKB itu ia tak mengetahui. Pasalnya untuk vervikasi keanggotaan yang menangani ketua dan sekretaris PKNU.

Ditempat lain HJ Mustautin saat dikonfirmasi mengatakan, tetap setiap dengan FKB. Hal ini dapat dibuktikan dengan penarikan sejumlah iuran untuk partai tetap dipenuhinya. Ia menuding bahwa hal pencatutan namanya di PKNU tersebut ulah orang tak bertanggungjawab.

“Saya ini sudah memenuhi semuanya, termasuk pascaislah PKB lalu saya diminta membayar 1,5 juta hingga bantuan 5 juta ssemua saya penuhi. Dengan semua itu dapat diartikan saya masih setia dengan FKB,”jelasnya.

Berbeda dengan HJ Mustautin, Drs H Hawari Hamim saat dikonfirmasi melalui sambungan ponsel terkait tudingan ke anggotaannya di PKNU mengatakan, dirinya sedang mendegarkan radio. Dia meminta waktu dulu untuk mendegarkan berita di radio.(*)

Senin, 16 Juni 2008

KPUD Jember Ancam PT Jasindo

- Hasil Entry Data Takan Disetorkan -
Jember – KPUD Jember mengancam takan memberikan soft copy hasil entry data daftar pemilih di Kabupaten Jember yang telah dikerjakan leh para sukarelawan, ke PT Jasindo jika biaya entry data yang melibatkan sekitar 25 mahasiswa fakultas teknik Universitas Jember dalam penggarapannya tak diperjelas besaran nominalnya.

Anggota KPUD Jember Ketty Setyorini mengatakan PT Jasindo mengganti biaya entry data perkepala terlalu murah. Persatu nama, PT Jasindo mengganti biaya entry data kurang dari 1 rupiah. Padahal pada Pilkada lalu biaya entry data pernama sekitar Rp 300,-

“Ya mungkin kalau untuk saat ini, Rp 100,- pernama cukup untuk biaya entry data yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa tersebut,”jelasnya.

Selama ini KPUD Jember sudah mengeluarkan dana kurang lebih Rp 4 juta untuk biaya operasional sukarelawan entry data. Biaya sebesar itu sambung Ketty belum termasuk biaya entry data.

Para sukarelawan itu masih dijanjikan ‘ongkosnya’ bakal diberikan, jika PT Jasindo bersedia memberikan sesuai dengan kerja keras para sukarelawan itu. Artinya biaya entry data itu tak terlalu murah.

“selama ini karena pendekatan kita saja ke para sukarelawan tersebut, hingga akhirnya mereka bersedia bekerja tanpa ada kejelasan biaya,”jelasnya.

Untuk diketahui di Jember terdapat 3702 TPS. Asumsinya 1 TPS untuk pengerjaannya dibutuhkan waktu minimal 2 hari. Dan, dari 31 Kecamatan yang ada di Jember para sukarelawan baru dapat menyelesaikan 29 TPS.

Yang tersisa masih terdapat 2 Kecamatan lagi, yakni Kecamatan Kaliwates dan Kecamatan Sumbersari. Oleh karena itu, jika nanti pada final entry data tersebut PT Jasindo tetap tak menghargai jerih paya para sukarelawan itu dengan baik, maka jangan disalahkan jika KPUD Jember hanya dapat memberikan hard copy datanya saja.

Diketahui, entry data untuk Pilgub 2008 ini, tak sesuai dengan data Badan Kependudukan. Akibatnya entry data itu diambil alih oleh KPUD Jember.(*)

Senin, 09 Juni 2008

Kapolwil : Munarman Tak Punya Jaringan di Besuki

Jember - Komandan Laskar Umat Islam Munarman diyakini Kapolwil Besuki Kombes Pol Suryandri Syaiful tidak memiliki jaringan Islam radikal di wilayah Eks karesidenan Besuki.

Sebab menurut Suryandri wilayah Eks-Besuki dinilai kondusif. Bahkan Suryandri juga berharap agar Munarman tak bersembunyi atau melarikan diri di wilayahnya.

"Mudah-mudahan dia tidak masuk ke sini," kata Senin (9/6) melalui sambungan telepon.

Dalam pantauannya, gerakan Islam radikal yang menyerupai Front Pembela Islam belum ada di wilayah eks karesidenan Besuki. Meskipun masyarakat di wilayah Besuki . di Besuki islma yang berkembang memiliki kultur Nahdliyyin berbeda dengan kultur gerakan Islam radikal.

Oleh karenannya Suryandri menegaskan, tidak ada persiapan khusus untuk mengantisipasi keberadaan Munarman. Termasuk di Pelabuhan Ketapang - Banyuwangi juga tidak lebih diperketat.

Kalaupun ada pengetatan penjagaan di sana menurutnya, ketatnya penjagaan polisi di sana sudah ada sejak pelaksanaan konferensi tingkat tinggi antar negara yang membahas pemanasan global di Bali akhir tahun lalu.(*)

Banser Jember Sebar Foto Munarman

Jember – Barisan Serbaguna Ansor (Banser) Jember meminta kepada Panglima Laskar Umat Islam Munarman segera menyerahkan diri ke polisi. Demikian permintaan penyerahan diri disampaikan Komandan Satuan Koordinator Cabang Banser Jember Lutfi Alef, di sela-sela aksi penempelan poster Munarman di stasiun dan terminal, Senin (9/6/).

"Lebih baik Saudara Munarman cepat-cepat menyerahkan diri. Apalagi Habib Riziq yang menjadi panutan FPI sudah sangat kooperatif ke polisi dengan cara menyerahkan diri,"ujarnya.

Permintaan itu disampakan Lutfi alif dengan harapan agar kerja polisi bisa lebih cepat dalam memproses penyelesaian kasus Monas 1 Juni. Sebab sambungnya, Munarman adalah salah satu aktor dalam peristiwa yang menyebabkan sejumlah aktivis terluka.

Untuk diketahui aksi yang dilakukannya itu sudah diektahui DPC PKB Jember, aksi Banser dalam rangka membela guru bangsa KH Abdurrahman Wahid sebagai panutanwarga Nahdiyin.

"Kita takan anarkis sebab kita anti anarkisme. Tapi kita meski anti anarkime, Banser siap memerangi anarkisme yang diperbuat Front Pembela Islam," katanya lantang.

Selain meminta Munarman menyerahkan diri Lutfi juga mengerahkan 50 personel Barisan Serbaguna Ansor (Banser) Jember mendatangi stasiun dan terminal bus Tawang Alun, guna menempelkan poster bergambar Panglima Laskar Umat Islam, Munarman dengan tulisan: 'Munarman Buronan Pasukan Berani Mati'.

Akibat ditempelnya foto munarman yang digandakan dalam ribuan kertas itu dilapangan muncul beragam reaksi. Apalagi tak kala copy gambar Munarman itu ditempel di bus- bus yang sedang parker menunggu penumpang.

"Kami melakukan ini hanya ingin membantu polisi agar secepatnya Munarman tertangkap. Kalau ada anggota masyarakat mengetahui keberadaan Munarman, harap segera dilaporkan,"tegasnya.(*)

Sabtu, 07 Juni 2008

Pasukan Penghancur FPI Apel Di Hiang Argopuro

Jember – 500 personel dari 10.000 pasukan berani mati (PBM) yang disiapkan untuk berangkat ke Jakarta guna membubarkan keberadaan front pembela islam (FPI), Sabtu (7/6) mulai disiagakan dan menggelar apel persiapan dilereng Hiang Argopuro.

500 personel yang menggelar apel dilereng hiang Argopuro itu masih berasal dari 1 wilayah, yakni Desa Candi Jati Kecamatan Jelbuk. Sementara untuk PBM dari wilayah lain yang tersebar di 31 kecamatan menggelar di wilayahnya masing-masing.

Disaksikan Panglima PBM Jember, H Ayub Junaedi Mukson, Ketua gerakan pemuda (GP) Anshor Jember, Babun Suharto, dan Ketua Garda Bangsa Jember H Achmad Halim ke 500 personel PBM unjuk kebolehan.Dimulai dengan aksi, bela diri tangan kosong hingga bela diri disertai senjata tajam, dan aksi kebal senjata dan kebal dibakar api, seluruh kemampuan PBM disajikan dihadapan masyarakat.

Panglima PBM, H Ayub Junaedi Mukson Sabtu (7/6) mengatakan, melalui apel ini kita ingin menyampaikan bahwa PBM Jember telah siap memenuhi perintah Gus Dur untuk berangkat ke Jakarta dan membantu pemerintah membubarkan FPI.

Diperkirakan untuk berangkat ke Jakarta, sebagian personel PBM diangkut menggunakan 15 bus antar kota dalam propinsi (AKDP) dan sisanya diangut dengan trasportasi darat lain, yakni kereta api.

“Jika sudah ada perintah dari Gus Dur, maka PBM-pun takan berpikir panjang lagi untuk segera berangkat ke Jakarta,”jelasnya.

Ditempat sama, Ketua GP Anhor Jember Babub Suharto menyatakan, upaya yang ditempuh PBM itu didukungnya seratus persen. Sebab dia melihat tindakan FPI yang anarkis tersebut telah menodai Islam, sebagai agama yang cinta damai.

Sementara itu menyikapi salah satu anggota PAC GP Anhsor –Ambulu, Abdul Hayyi, yang menyatakan dukungannya terhadap lahirnya FPI Jember di Kecamatan Sumberbaru Jumat (6/6) lalu, Babun menyatakan Abdul Hayyi bukan pengurus atau anggota Anshor.

Sehingga jika dia menyatakan anggota Anshor, Babun menolak. Bahkan Babun meminta agar Abdul Hayyi segera mengklarifikasi pernyataanya sebagai anggota Anshor kepada seluruh media cetak, elektronik yang telah memberitakannya.

Selain permintaan itu, Babung juga mendesak agar Hayyi segera menemui pengurus GP Anshor. Pasalnya babun menilai Hayyi senenaknya saja mengeklaim keberadaanya sebagai anggota Anhsor. Padahal keberadaanya tak diakui oleh ketua PAC GP Anhsor M. Jais Efendy.

“Apapun pernyataan dia yang mengatasnamakan GP Anhor hal itu tidak benar. Sebab saat dilihat di struktural pengurus GP Anhor – Kecamatan Ambulu, nama Hayii tak tercantum bahkan tak dikenal,”jelasnya.(*)