Kamis, 27 Desember 2007

Warga Jember Trauma Banjir Panti

Jember – Hujan selama tiga hari tanpa henti sejak hari Minggu (23/12) akibatkan warga Desa Panti yang bertempat tinggal tepat disepanjang aliran sungai kaliputih waspada. Warga di sana tak ingin kecolongan lagi seperti tahun 2006 ketika banjir menerjang desa hingga mengakibatkan puluhan rumah rusak dan berpisah dengan keluarga.

“Meskipun arus air sungai masih dianggap wajar, tapi perubahan warna air karena dipenuhi Lumpur membuat warga cemas. Kini sebagaian warga sudah mengemasi barang-barangnya,”jelas Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Panti, Suparjo Rabu (26/12).

Apalagi beberapa waktu lalu, kata Suparjo DAM Ampel jebol sebanyak 3 kali akibat diterjang arus air. Sehingga tak bisa disalahkan jika warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai kali putih selalu cemas.

Kendati tak sampai panik, namun kecemasan warga di sepanjang sungai itu perlu mendapat perhatian pemerintah. Setidaknya dalam musim penghujan seperti sekarang Suparjo meminta agar petugas SATKORLAK sering-sering mengcroschek lapangan.

“Paling tidak jika sering terjun kelapangan antisipasi akan jauh lebih mudah,”tegasnya.

Ditempat lain Sekretaris Satuan Koordinator Pelaksana Penanganan Bencana dan Pengungsi Pemerintah Kabupaten Jember HM Fadallah mengatakan, sampai detik ini belum ada laporan dari kecamatan Pantai terkait dengan banjir.

Dari 31 Kecamatan di Jember yang dilaporkan Banjir hanya Kecamatan Jenggawah. Itupun tak ada korban jiwa. Namun meski tak ada korban jiwa petugas akan tetap memantauanya.

“Kami akan melakukan pemantauan secara lebih merata terhadap daerah-daerah rawan banjir utamannya yang berdekatan dengan lereng argopuro dan wilayah baban silo sanen kecamatan Silo,”jelasnya.(*)

Tidak ada komentar: